Rabu, 2 november 2011


Bacaan:
2Mak. 12:43-46;
Mzm. 130:11-2,3-4,5-6a,6-7,8;
1Kor. 15:12-34;
Yoh. 6:37-40
Renungan:
Kita sungguh berbahagia. Tuhan tidak
menghendaki kita tersia-
siakan,terbuang, hilang begitu saja dari
peredaran
zaman, sebaliknya selalu
merangkul kita setiap saat. Pun ketika
kita tak berdaya lagi, tak kuasa
menolong diri lagi, bahkan mati, Tuhan
tetap peduli, mencintai, merangkul,
mengupayakan keselamatan kita.
Ketika kita mati, Tuhan berkenan
mendengar doa rekan seiman kita
yang masih hidup memohonkan
belaskasih, pengampunan dan
pembebasan diri kita dari dosa dan
akibat dosa. Upaya doa untuk
keselamatan jiwa orang yang
meninggal (bdk. 2 Makabe),
pengalaman Maria Simma, Santa
Faustina, menunjukkan betapa bernilai
doa kita untuk mereka yang
meninggal.
Surga memang telah bersukacita
ketika satu jiwa terselamatkan berkat
doa kita, namun surga lebih
bersukacita lagi karena jiwa yang
terselamatkan itu telah berperan
menjadi pendoa dan penyalur rahmat
Allah bagi kita di dunia ini.
(Renungan Harian Mutiara Iman 2011,
Yayasan Pustaka Nusatama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: